Inilah 3 Tipe Gerakan Lempeng Bumi yang Sering Mengakibatkan Gempa Tektonik!

tipe-gerakan-lempeng-bumi
kuybelajar.net
Ketika lempeng-lempeng bumi bergerak dengan berbagai tipe ini, timbul getaran yang disebut gelombang seismik. Gelombang ini menjalar menjauhi sumber ke segala arah di dalam bumi. Ketika gelombang ini mencapai permukaan bumi, getarannya bisa dirasakan. Getaran yang kuat bisa merusak dan menimbulkan bencana besar. Getaran inilah yang kemudian dirasakan sebagai gempa. Gempa akibat dari pergerakan lempeng ini dikenal dengan gempa tektonik.

Ada 6 (enam) lempeng besar penyusun kerak bumi. Lempeng-lempeng tersebut, antara lain: (1) Lempeng Eurasia; (2) Lempeng Amerika Utara; (3) Lempeng Amerika Selatan; (4) Lempeng Afrika; (5) Lempeng Pasifik; dan (6) Lempeng Indo-Australia. Lempeng-lempeng tersebut bergerak di dalam bola bumi yang bulat dengan berbagai tipe pergerakannya.

Terdapat 3 tipe gerakan lempeng bumi yang umum terjadi di belahan bumi ini yang sering mengakibatkan gempa tektonik dan berdampak pada perubahan permukaan bumi akibat getarannya. Tiga tipe gerakan tersebut meliputi: Divergen, Konvergen, dan Transform.

Gerakan Saling Menjauh (Divergen)

tipe-gerakan-divergen
Tipe gerakan Divergen
Disebut gerakan divergen apabila lempeng-lempeng bergerak saling menjauh. Akibat dari gerakan ini terbentuk pematang maupun parit samudera. Kecepatan lempeng yang saling menjauh ini antara 2-10 cm per tahun.

Gerakan Konvergen

tipe-gerakan-konvergen
Tipe gerakan Konvergen
Gerakan ini terjadi apabila pertemuan dua lempeng menyebabkan salah satu lempeng menekuk dan melengkung masuk ke lempeng yang lain. Melalui cara inilah ada lempeng yang dihancurkan di dalam selubung bumi. Dengan demikian, lempeng yang padat dan kaku itu menjadi lebur di dalam lapisan selubung yang sangat panas.

Ketika gerakan Konvergen ini berlangsung, proses zona subduksi akan terjadi. Ketika lempeng samudera bertumbukan dengan lempeng benua, lempeng samuderalah yang tertekuk ke bawah dengan sudut yang tajam. Kemudian menyusup ke dalam lempeng benua menuju lapisan selubung bumi.

tipe-gerakan-konvergen
Tipe gerakan Konvergen menyebabkan timbulnya pegunungan
Tumbukan dapat terjadi bukan hanya antara lempeng samudera dengan lempeng benua. Namun, bisa juga terjadi tumbukan antara dua lempeng samudera, atau tumbukan antara dua lempeng benua. Tumbukan antara dua lempeng samudera, contohnya pada proses terbentuknya Kepulauan Aleutian, Mariana, dan Tong. Contoh tumbukan antara dua lempeng benua adalah terbentuknya Pegunungan Himalaya, Pegunungan Alpin, dan Andes.

Gerakan Transform

tipe-gerakan-transform
Tipe gerakan Transform
Gerakan transform terjadi apabila lempeng bumi saling bergesekan berlawanan arah. Kalau tepi sebuah lempeng bergesekan dengan tepi lempeng lain yang bergerak dalam arah berlawanan, timbullah sesar perubahan bentuk.

Akibat dari pergerakan lempeng bumi dengan beberapa tipe di atas ada yang menimbulkan kerusakan ringan, sedang, maupun parah terhadap permukaan bumi yang terdampak. Bahkan akibat dari getaran ini tidak hanya permukaannya yang berubah, benda-benda yang berada di atasnya juga akan ikut terdampak. Ketika gempa ini terjadi di dasar laut/samudera juga dapat menimbulkan gelombang tsunami.

Itulah 3 tipe gerakan lempeng bumi yang sering mengakibatkan gempa tektonik di belahan dunia. Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki tingkat kerawanan potensi gempa besar terjadi. Oleh karena itu, sudah seyogyanya kita terus mawas diri dan selalu sigap saat gempa terjadi karena pada dasarnya, sampai saat ini gempa tidak bisa diprediksi kapan terjadi.

Jangan Lupa Follow KuyBelajar untuk Mendapatkan Informasi Terbaru!

0 Response to "Inilah 3 Tipe Gerakan Lempeng Bumi yang Sering Mengakibatkan Gempa Tektonik!"

Posting Komentar

Silakan tinggalkan komentar jika ada yang perlu didiskusikan. Jangan pernah gunakan ujaran kebencian, bullying, dan kalimat-kalimat yang mengandung unsur SARA!