Panduan Ini Umum dan Lazim Digunakan dalam Penulisan Ilmiah Namun Sering Diabaikan!

panduan-umum-dan-lazim-penulisan-ilmiah
kuybelajar.net | Panduan umum dan lazim dalam penulisan ilmiah
Berkenaan dengan kriteria ilmiah, tatacara penulisan ilmiah merupakan salah satu persyaratan yang harus dapat dipenuhi. Dalam hal panduan umum dan lazim digunakan untuk penulisan ilmiah ada dua dimensi utama yang harus mendapatkan perhatian. Pertama, kebahasaan, dan kedua, teknik tata-tulis.

Persoalan bahasa bukan hanya monopoli kalangan bahasawan, tetapi menjadi persoalan semua orang yang ingin menulis, terutama tulisan ilmiah. Beberapa prinsip kebahasaan yang perlu diperhatikan adalah berkenaan dengan penggunaan kata yang harus baku (formal), seperti penggunaan kata “rumor” lebih tepat daripada “ngerumpi”, penggunaan “ngobrol” akan lebih baik diganti dengan kata “berbincang-bincang”. Selain itu, seorang penulis juga harus mengacu kepada ejaan yang lazim, misalnya dalam memenggal kata, penggunaan tanda petik, menuliskan kata ulang, atau penggunaan huruf besar-kecil.

Dari segi teknik tata-tulis sesungguhnya sangat bervariasi, dan seringkali lain institusi lain pula teknik tata-tulis yang digunakan, lain perguruan tinggi, lain lagi pedomannya. Oleh karena itu, ada prinsip yang dipegang teguh oleh seorang peneliti atau penulis laporan, yaitu:
  1. Jika ada panduan atau pedoman penulisan yang telah dibakukan atau ditetapkan oleh suatu lembaga, penyandang dana, atau pihak-pihak tertentu (misalnya, kalau Anda akan menggunakan tulisan untuk kenaikan pangkat) maka ikuti dan patuhi panduan dan pedoman tersebut secara konsisten;
  2. Jika tidak ada panduan atau pedoman tentang teknik tata-tulis ini Anda bebas akan mengacu ke mana saja, tetapi Anda harus konsisten dengan pilihan tersebut. Sebagai contoh, kalau pada bab I, halaman Anda tepat di bagian tengah-bawah, bab II juga demikian (di tengah-bawah juga, bukan misalnya di bagian pojok kanan-bawah). Kalau Anda menandai judul subbab Anda di bab I dan II dengan huruf besar, tegak, dan judulnya ditebalkan (bold) maka bab III, IV, sampai bab terakhir juga demikian (jangan dirubah menjadi huruf besar, miring, dan lalu digarisbawahi/underline).
Untuk memberikan panduan, Anda dapat mengacu pada beberapa rambu yang umum dan lazim digunakan untuk penulisan ilmiah di bawah ini:

A. Prinsip Penulisan Ilmiah

  1. Menggunakan bahasa Indonesia secara cermat, sesuai dengan kaidah yang berlaku. Gunakanlah referensi, antara lain: 1) Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) terbitan resmi (Balai Pustaka); 2) Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD); 3) Pedoman Pembentukan Istilah; 4) Buku: Cermat Berbahasa Indonesia (karangan Z. Arifin dan S.A. Tasai); 5) Pedoman/referensi lain yang relevan.
  2. Menggunakan petunjuk penulisan yang berlaku di institusi masing-masing, jika tidak ada gunakan petunjuk penulisan tertentu (yang lazim) secara “taat-asas” dari awal sampai akhir tulisan.

B. Kelaziman Penulisan Ilmiah

Untuk memandu jika tidak ditemukan aturan resmi dan baku oleh suatu institusi, berikut ini akan dikemukakan beberapa kelaziman di dunia keilmuan, yang perlu mendapatkan perhatian:
  1. Gunakanlah kertas warna putih ukuran Quarto (21,5 x 28 cm) atau ukuran A4 (21 x 29,7 cm), berat 70 atau 80 gram;
  2. Gunakan tinta warna hitam (jangan yang lain, apalagi merah), kecuali untuk hal-hal tertentu (gambar, foto, peta);
  3. Pernyataan yang berasal dari orang lain wajib disebutkan sumbernya, dan harus dibuat daftar pustakanya. Perhatikan contoh berikut: (lihat gambar)
    panduan-umum-dan-lazim-penulisan-ilmiah
  4. Huruf yang seringkali digunakan (jika menggunakan komputer) adalah “Times New Roman”, “Arial”, atau “Tahoma”. Jangan gunakan huruf yang terlalu banyak variasinya, sehingga justru sulit terbaca;
  5. Ukuran huruf (font size) sama dengan 12, kecuali untuk bagian tertentu (table, judul di cover/sampul);
  6. Format paragraf untuk batang tubuh tulisan boleh “rata kiri”, atau “rata kiri-kanan”.
Selanjutnya, untuk mempedomani Anda mengemas laporan penelitian ilmiah yang memiliki tampilan menurut kelaziman, terlihat rapi (apik), dan menarik perhatian (tanpa berarti harus berlebih-lebihan dan menggunakan lay-out yang rumit dan kompleks), maka berikut ini akan dicontohkan tampilan sampul, lembar pengesahan, curriculum vitae (biodata peneliti/penulis), dan sebagainya.

1. Sampul

Dalam laporan penelitian, lazimnya sampul meliputi sampul terluar dan sampul bagian dalam, yang isinya persis sama. Setiap institusi kadangkala berbeda format yang ditetapkan, tetapi dalam sampul paling tidak harus tercantum judul penelitian, nama laporan penelitiannya, nama peneliti (dan jika tim, nama semua peneliti), logo institusi tempat peneliti bernaung, dan nama institusi. Jika penelitian tersebut dibiayai atau ditujukan untuk kepentingan tertentu, sering pula dituliskan pernyataan yang berkaitan dengan hal tersebut. Misalnya, “Dibiayai oleh Proyek ......., dengan Kontrak Nomor .........., tanggal ..............., bersumber dari dana Pinjaman Bank Dunia ..................”, dan/atau “Ditulis/ditujukan untuk memenuhi persyaratan dalam kenaikan pangkat/golongan ..........”. Pada umumnya, penulisannya ditempatkan di tengah bagian kertas (centered). Sebagai acuan, berikut ini dikutip contoh sampul dari penelitian tindakan kelas oleh Hairunisa (2006), dengan modifikasi seperlunya.
panduan-umum-dan-lazim-penulisan-ilmiah
contoh penempatan logo

2. Halaman Identitas dan Pengesahan

Untuk memperkuat keabsahan, suatu laporan penelitian biasanya juga diminta untuk mencantumkan halaman identitas dan pengesahan oleh pihak yang berwenang, misalnya atasan peneliti yang bersangkutan (kepala sekolah, atau kepala dinas pendidikan setempat). Formatnya, sekali lagi, mungkin berbeda antara satu institusi dengan yang lainnya.

Untuk acuan, lazimnya halaman identitas dan pengesahan memuat judul (yang persis sama dengan judul dalam sampul laporan penelitian), identitas peneliti (jika dalam bentuk cukup identitas ketua timnya saja), jumlah peneliti (jika dilaksanakan oleh suatu tim), lokasi penelitian, jangka waktu, dan biaya yang digunakan, serta mungkin pula alamat peneliti/institusi/alamat yang dapat dihubungi (supaya kalau ada pembaca menginginkan informasi tambahan dapat menghubungi pihak yang bersangkutan).

Untuk memberikan contoh yang lebih konkrit, berikut ini dicontohkan halaman identitas dan pengesahan, yang dimodifikasi dari buku “Petunjuk Pelaksanaan Pengelolaan Penelitian di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi” edisi II, tahun 1992 (dengan modifikasi seperlunya).
panduan-umum-dan-lazim-penulisan-ilmiah
contoh lembar pengesahan

3. Kata Pengantar

Dalam rangka memberikan informasi kepada khalayak pembaca dan untuk menyampaikan salam takzim kepada pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan penelitian (yang merupakan etika akademik), suatu laporan penelitian selayaknya harus dibuatkan pula kata pengantarnya. Biasanya, kata pengatar ditulis dalam format 1,5 spasi antara 1-1,5 halaman. Sebagai contoh, perhatikan kata pengantar berikut ini.
panduan-umum-dan-lazim-penulisan-ilmiah
contoh kata pengantar

4. Daftar Isi

Suatu laporan penelitian lazimnya dilengkapi dengan daftar isi, agar memudahkan para pembaca menemukan bagian-bagian dari suatu laporan tersebut, misalnya di halaman mana suatu bagian ditulis, dan di bagian mana suatu subbab dapat ditemukan.
panduan-umum-dan-lazim-penulisan-ilmiah
contoh daftar isi

5. Daftar Tabel, Gambar/Ilustrasi Lain/Lampiran

Bagian tentang daftar tabel, daftar gambar/lustrasi (seperti peta, foto, denah lokasi), dan daftar lampiran boleh ada dan boleh tidak ada. Lazimnya, jika tabel, gambar, peta, foto, dan lampiran kurang dari atau sama dengan 3-5 buah tidak perlu dibuatkan daftarnya, tetapi jika lebih dari 3-5 sangat disarankan untuk dibuatkan daftarnya.

Kiranya mungkin ada yang bertanya, apa perlunya hal-hal sangat teknis seperti dicontohkan di atas harus mendapatkan perhatian. Namun seperti itulah kelazimannya, agar mempermudah komunikasi ilmiah jika kita ingin masuk sebagai komunitas ilmiah.

Jangan Lupa Follow KuyBelajar untuk Mendapatkan Informasi Terbaru!

0 Response to "Panduan Ini Umum dan Lazim Digunakan dalam Penulisan Ilmiah Namun Sering Diabaikan!"

Posting Komentar

Silakan tinggalkan komentar jika ada yang perlu didiskusikan. Jangan pernah gunakan ujaran kebencian, bullying, dan kalimat-kalimat yang mengandung unsur SARA!