Perhatikan Hal Ini Sebelum Merekrut Karyawan!

perhatikan-hal-ini-sebelum-merekrut-karyawan
Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum merekrut karyawan
Dikutip dari buku berjudul "Strategi dan Kebijakan Manajemen Sumber Daya Manusia", Ati Cahayani (2009), terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum merekrut karyawan, yaitu mengetahui jenis pekerjaan apa yang memerlukan orang, jenis keterampilan serta tabiat yang diperlukan dari pengisi jabatan, tugas, tanggung jawab, serta kewajiban yang terkandung dalam pekerjaan tersebut, dan lain-lain.

1. Analisis Jabatan

Hal pertama yang harus dilakukan adalah membuat analisis jabatan yang akan menghasilkan deskripsi jabatan dan spesifikasi jabatan. Dari deskripsi dan spesifikasi jabatan itulah akan dikektahui hal-hal yang terkandung dalam suatu jabatan, serta karakteristik orang yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan jabatan tersebut.

2. Analisis Internal

Analisis internal dilakukan untuk mengetahui ketersediaan tenaga kerja di dalam perusahaan. Apabila ada kelebihan tenaga kerja di satu bagian, maka perusahaan bisa melakukan rekrutmen internal untuk bagian lain. Setelah analisis internal dilakukan dan tidak ditemukan terdapat kelebihan tenaga kerja, maka perusahaan melakukan analisis eksternal atau yang dikenal sebagai analisis pasar tenaga kerja eksternal, sebelum dilakukan perekrutan eksternal.

3. Analisis Eksternal

Analisis eksternal perlu dilakukan agar perusahaan dapat mengetahui karakteristik pasar tenaga kerja yang dituju. Yang termasuk dalam analisis eksternal untuk merekrut tenaga kerja adalah dengan melihat perbedaan geografis, perbedaan minat antargenerasi, jenis pasar tenaga kerja (ketat atau longgar), dan perbedaan norma perilaku antar kelompok lowongan.

Berikut ini adalah penjelasan dari keempat analisis pasar tenaga kerja (analisis eksternal):

  1. Analisis Perbedaan Geografis. Analisis perbedaan geografis perlu dilakukan oleh perusahaan karena budaya atau kebiasaan orang (gaya hidup, biaya hidup, dan lain-lain) antra daerah yang satu dengan yang lain saling berbeda. Perbedaan itu akan mempengaruhi perlakuan yang kelak akan diberikan oleh perusahaan kepada mereka. Misalnya, perbedaan dalam pemberian tunjangan trasnport, uang makan, atau bahkan jam kerja.
  2. Analisis Perbedaan Minat Antargenerasi. Perbedaan minat antargenerasi pun perlu dianalisis agar perusahaan tidak salah dalam melaksanakan kegiatan perekrutan. Misalnya, bila perusahaan itu adalah perusahaan yang ingin merekrut fresh graduate, maka perusahaan harus tahu pola pikir para fresh graduate tersebut. Mereka lebih mementingkan karier atau kelengkapan tunjangan, mereka lebih mengutamakan mencari pengalaman atau imbalan besar, dan sejumlah hal lain.
  3. Analisis Pasar Tenaga Kerja Ketat dan Longgar. Suatu pasar tenaga kerja dikatakan ketat apabila tenaga kerja yang tersedia (baik kuantitas maupun kualitas) adalah sedikit dan terbatas. Suatu pasar tenaga kerja dikatakan longgar apabila jumlah tenaga kerja yang tersedia adalah banyak tetapi tidak memiliki keahlian. Pasar tenaga kerja longgar banyak terjadi di wilayah yang memiliki tingkat pengangguran tinggi. Perbedaan keadaan pasar tenaga kerja ketat atau longgar juga akan mempengaruhi tindakan perusahaan dalam melaksanakan perekrutan. Misalnya, apabila suatu perusahaan ingin merekrut tenaga pembersih kantor, maka perusahaan harus tahu apakah tenaga pembersihh kantor termasuk pasar tenaga kerja ketat atau longgar. Apabila termasuk tenaga kerja longgar, maka perusahaan akan mudah mencari orang yang akan mengisi posisi tersebut. Sehingga, tidak perlu menggunakan tahap perekrutan dan seleksi yang berbelit serta rumit. Demikian pula sebaliknya.
  4. Analisis Perbedaan Norma Perilaku Antarkelompok Lowongan. Ada tiga kelompok lowongan dalam pasar tenaga kerja. Ketiga kelompok tersebut memiliki norma perilaku yang berbeda. Kelompok pertama adalah yang berorientasi pada keahlian dan yang termasuk dalam kelompok lowongan ini adalah pekerjaan yang menuntut keahlian khusus. Orang-orang yang melakukan pekerjaan jenis ini setia pada profesi namun tidak setia pada organisasi tempat mereka bekerja. Misalnya, para guru, dokter, sekretaris, ataupun pengacara. Kelompok kedua adalah yang berorientasi pada karier. Lowongan yang termasuk dalam kelompok ini adalah pekerjaan kantoran yang tidak memerlukan keahlian khusus, seperti petugas layanan pelanggan di bank, operator telepon. Ciri khas orang-orang dari kelompok ini adalah setia pada organisasi yang bisa memberi peningkatan karier bagi mereka. Kelompok ketiga adalah lowongan yang sifatnya tidak terstruktur. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah pekerjaan yang tidak memerlukan keahlian khusus, sehingga tidak perlu dilaksanakan beragam pelatihan. Orang-orang yang termasuk dalam kelompok lowongan ketiga ini sering sekali keluar masuk pekerjaan yang tidak disebabkan oleh alasan yang terkait dengan masalah karier.
Apabila perusahaan ingin merekrut seorang karyawan, harus dilihat terlebih dahulu lowongan yang tersedia itu termasuk dalam kelompok yang mana. Apabila termasuk kelompok yang mengutamakan karier, maka perusahaan harus bisa memberi karier yang bagus kepada calon karyawannya itu agar kelak sang karyawan tidak mudah pindah ke perusahaan lain.

Demikian hal-hal yang perlu diperhatikan oleh Anda ketika ingin merekrut karyawan. Sekali lagi, analisis itu baik analisis jabatan, analisis internal, maupun analisis eksternal sangat penting sekali sebelum melakukan perekrutan.

Jangan Lupa Follow KuyBelajar untuk Mendapatkan Informasi Terbaru!

0 Response to "Perhatikan Hal Ini Sebelum Merekrut Karyawan!"

Posting Komentar

Silakan tinggalkan komentar jika ada yang perlu didiskusikan. Jangan pernah gunakan ujaran kebencian, bullying, dan kalimat-kalimat yang mengandung unsur SARA!